Posts

Image
  Koneksi Antarmateri Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran Oleh: Kurnianto CGP Angkatan 4 Kab. Sragen Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil? Filosofi Pratap Triloka khususnya ing ngarso sung tuladha memberikan pengaruh yang besar dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. KHD berpandangan bahwa sebagai seorang guru, itu harus memberikan tauladan atau contoh praktek baik kepada murid. Dalam setiap pengambilan keputusan, seorang guru harus memberikan karsa atau usaha keras sebagai wujud filosofi Pratap Triloka ing madyo mangun karsa dan pada akhirnya guru membantu murid untuk dapat menyelesaikan atau mengambil keputusan terhadap permasalahannya secara mandiri. Gru hanya sebagai pamong yang mengarahkan murid menuju kebahagiaan. Hal ini sesuai dengan filosofi Pratap Triloka Tut Wuri Handayani...

Koneksi Antar Materi 2.3 : COACHING

Image
  Koneksi Antar Materi 2.3 : COACHING Oleh Kurnianto CGP-4-Kab. Sragen   A. Pengertian Coaching dan Relevasinya dengan Pemikiran Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara (KHD) menerangkan bahwa pendidikan itu adalah ada proses menuntun yang dilakukan guru untuk mengubah prilaku murid sehingga dapat hidup sesuai kodratnya baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat. Coaching merupakan proses kolaborasi fokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri dan pertumbuhan pribadi dari coachee . Coaching merupakan salah satu metode yang efektif untuk diterapkan dalam bidang pendidikan yang prosesnya berpusat pada siswa. Dengan metode ini, guru dapat mendorong murid untuk menerapkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kreatif. Dalam hal ini coaching adalah proses menuntun yang dilakukan guru sebagai coach kepada murid sebagai coachee untuk menenemukan ...

KONEKSI ANTAR MATERI – MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

Image
  KONEKSI ANTAR MATERI – MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI Kurnianto CPG Angkatan 4 Kab. Sragen   Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang memberi keleluasaan pada murid untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid tersebut. Pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus pada produk pembelajaran, tetapi juga fokus pada proses dan konten/materi. Metode ini dapat diterapkan hampir pada semua mata pelajaran. Saat menyampaikan pembelajaran mata pelajaran kejuruan dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, saya menugaskan murid untuk belajar dengan menggunakan peralatan yang ada untuk kegiatan praktik, dengan berbagai pilihan alat.   Tugas ini secara tidak langsung dapat mengarahkan murid yang berpotensi dan belajar sesuai dengan minatnya. Pembelajaran berdiferensiasi berfokus pada tiga hal utama. Apa saja? Diferensiasi konten/materi Jika fokus pada konten, maka murid punya kebeba...
Image
  Jurnal Refleksi - Minggu 10 Kurnianto   Minggu ke-10 PGP ini, merefleksi pembelajaran dan aktivitas pembelajaran yang telah dilakukan di Learning Management System (LMS). Di minggu ini ada beberapa aktivitas pembelajaran yaitu 2.1.a.5.2. Ruang Kolaborasi 2 Google Meet; 2.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Modul 2.1; 2.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Modul 2.1; dan 2.1.a.8. Elaborasi Pemahaman - Modul 2.1.  Jurnal Refleksi - Minggu 10 ini, saya menggunakan model 4F ( Facts, Feelings, Findings, Future). 1. Facts (Peristiwa) Pada aktivitas pertama bersama Fasilitator   Bapak Muhammad Mukhlish yaitu mempresentasikan hasil kolaborasi pertemuan sebelumnya tentang membuat RPP berdiferensiasi. Kali ini kelompok saya kebagian presentasi pertama kali. Adapun anggota kelompok adalah terdiri dari Ibu Bety, Bapak Suprapto, Bapak Putut dan Saya Kurnianto. Kami mempresentasikan RPP berdiferensiasi mata pelajaran Multimedia. Di sesi ini ada beberapa dari kelompok lain t...
Image
Pembelajaran Berdiferensiasi,  Upaya Pemenuhan Belajar Murid Pembelajaran berdiferensias i adalah pembelajaran yang di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis oleh guru agar mampu mengakomodir seluruh kebutuhan murid yang berbeda di dalam kelas atau lingkungan sekolah. Sebagai guru, tentunya dipahami bahwa jumlah murid yang diajar di dalam kelas memiliki keberagaman tersendiri karena sejatinya setiap murid memiliki keunikannya masing-masing. Dengan keunikan tersebut, guru sebagai pendidik bertindak sebagai fasilitator dalam memahamkan materi kepada murid dan memfasilitasi agar semua murid mampu memproses ide atau informasi yang diperolehnya serta mampu mengembangkan suatu produk sesuai dengan kemampuan muridnya masing-masing.  Untuk itu, dalam  pembelajaran berdiferensiasi, perlu persiapan atau strategi pembelajaran yang tepat dari guru baik meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk dengan mengacu pada aspek pe...
Image
  SEPUTAR PEMBELAJARAN SOSIAL-EMOSIONAL Kurnianto   Dalam tahap perkembangan anak di dunia pendidikan, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan karena menjadi acuan untuk menilai sejauh mana kemajuan perkembangan anak tersebut. Faktor – faktor yang penting tersebut adalah aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Konsep tentang kognitif, afektif, dan psikomotorik ini juga dikenal dengan nama  Taksonomi Bloom , yang dicetuskan oleh  Benjamin Bloom . Aspek kognitif menjadi aspek utama dalam banyak kurikulum pendidikan dan menjadi tolok ukur penilaian perkembangan anak. Kognitif yang berasal dari bahasa latin  cognitio  memiliki arti pengenalan, yang mengacu kepada proses mengetahui maupun kepada pengetahuan itu sendiri. Ranah afeksi adalah materi yang berdasarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan emosi seperti penghargaan, nilai, perasaan, semangat, minat, dan sikap terhadap sesuatu hal. Psikomotorik adalah domain yang meliputi perilaku ge...

LAPORAN AKSI NYATA-PENERAPAN BUDAYA POSITIF

Image
  LAPORAN AKSI NYATA MODUL 1.4 PENERAPAN BUDAYA POSITIF oleh Kurnianto   A.          Latar Belakang Budaya positif di sekolah merupakan kegiatan yang dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Upaya menerapkan budaya positif di sekolah menjadi sebuah keharusan agar visi-misi sekolah bisa tercapai. Selama ini penerapan budaya positif masih berdasarkan motivasi ekstrinsik, yang mana pembiasaan positif diterapkan bukan disiplin positif, namun masih menganut reward dan punishment . Dalam pendisiplinan anak, seyogyanya hubungan yang dibangun dengan murid harus dua arah arah, peran atau kontrol guru bukan untuk menghakimi bagi murid. Mendisiplinkan peserta didik bermula dari kesadaran, dan menumbuhkan motivasi intrinsik. Disiplin dan budaya poisitif yang sudah ada dan menonjol dapat tumbuh dan berkembang menjadi karakter semua warga sekolah. Budaya positif di sekolah yang harus dikembangkan adalah   untuk mewuj...