Koneksi Antarmateri
Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran
Oleh: Kurnianto CGP Angkatan 4 Kab. Sragen
Filosofi
Pratap Triloka khususnya ing ngarso sung tuladha memberikan pengaruh yang besar
dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. KHD berpandangan bahwa
sebagai seorang guru, itu harus memberikan tauladan atau contoh praktek baik
kepada murid. Dalam setiap pengambilan keputusan, seorang guru harus memberikan
karsa atau usaha keras sebagai wujud filosofi Pratap Triloka ing madyo mangun
karsa dan pada akhirnya guru membantu murid untuk dapat menyelesaikan atau
mengambil keputusan terhadap permasalahannya secara mandiri. Gru hanya sebagai
pamong yang mengarahkan murid menuju kebahagiaan. Hal ini sesuai dengan
filosofi Pratap Triloka Tut Wuri Handayani.
Dalam
pengambilan suatu keputusan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang tertanam
dalam diri kita. Nilai-nilai bagaikan gunung es yang hanya terlihat kecil
dipermukaan air tetapi merupakan bagian yang besar di dalam alam bawah sadar
kita. Maka penting untuk memupuk nilai-nilai positif dalam diri kita yang
nantinya akan menjiwai setiap keputusan yang kita ambil.
Coaching
adalah ketrampilan yang sangat penting dalam menggali suatu masalah yang
sebenarnya terjadi baik masalah dalam diri kita maupun masalah yang dimiliki orang
lain. Dengan langkah coaching TIRTA, kita dapat mengidentifikasi masalah apa
yang sebenarnya terjadi dan membuat pemecahan masalah secara sistematis. Konsep
coaching TIRTA sangat ideal apaila dikombinasikan dengan sembilan langkah
konsep pengambilan dan pengujian keputusan sebagai evaluasi terhadap keputusan
yang kita ambil.
Pada
pembahasan studi kasus yang berfokus pada masalah moral atau etika diperlukan
kesadaran diri atau self awareness dan
keterampilan berhubungan sosial untuk mengambil keputusan. Kita dapat
menggunakan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan
terutama pada uji legalitas untuk menentukan apakah masalah tersebut termasuk
bujukan moral yang berarti benar vs salah ataukah dilema etika yang merupakan
permasalahan benar vs benar. Apabila permasalahan yang dihadapi adalah bujukan
moral maka dengan tegas sebagai seorang guru, kita harus kembali ke nilai-nilai
kebenaran.
Pengambilan
keputusan yang tepat, tentu akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang
positif, kondusif, aman dan nyaman. Kondisi tersebut adalah kondisi yang kita
inginkan. Maka untuk melakukan perubahan, diperlukan suatu pendekatan yang
sistematis. Dalam hal ini, kita menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif BAGJA
untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Dalam kasus
dilema etika, pada dasarnya apapun keputusan yang kita ambil dapat dibenarkan
secara moral. Akan tetapi perlu memperhatikan prinsi-prinsip dalam pengambilan
suatu keputusan. Kita harus berfikir hasil akhir dari keputusan kita yang
sesuai dengan prinsip berpikir berbasis hasil akhir (end based thinking),
kita juga harus melihat peraturan yang mendasari keputusan yang kita ambil
(berpikir berbasis peraturan-rule based thinking) serta kita harus
menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman sesuai dengan
prinsip berpikir berbasis rasa peduli (care based thinking).
Merdeka
belajar merupakan tujuan akhir dari pembelajaran yang kita lakukan. Merdeka
belajar berarti siswa bebas untuk mencapai kodrat alamnya (mengembangkan
potensinya) tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Siswa juga dapat mencapai
kebahagiaannya sesuai dengan potensi yang dia miiki. Maka keutusan yang kita
ambil tidak boleh merampas kebahagiaan siswa dan juga merampas potensi yang
dimiliki siswa.
Guru adalah
pemimpin pembelajaran sebagai pamong yang diibaratkan seorang petani yang
menyemai benih. Benih tersebut dapat tumbuh subur apabila dirawat, dan dijaga
dengan baik. Demikian juga dengan murid, seorang guru bertanggungjawab untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki murid sebagaimana petani yang menyemai
benih untuk mendapatkan hasil yang baik sehingga setiap keputusan guru akan
berpengaruh pada masa depan murid.
Kesimplan
yang didapat dari pembelajaran modul ini yang dikaitkan dengan modul-modul
sebelumnya adalah :
- Pengambilan
keputusan adalah suatu kompetensi atau skill yang harus dimiiki oleh guru
dan harus berlandaskan kepada filosofi Ki Hajar Dewantara yang dikaitkan
sebagai pemimpin pembelajaran.
- Pengambilan
keputusan harus berdasarkan pada budaya positif dan menggunakan alur BAGJA
yang akan mengantarkan pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan
nyaman (well being).
- Dalam
pengambilan keputusan seorang guru harus memiliki kesadaran penuh (mindfullness)
untuk menghantarkan muridnya menuju profil pelajar pancasila.
- Dalam
perjalanannya menuju profil pelajar pancasila, ada banyak dilema etika dan
bujukan moral sehingga diperlukan panduan sembilan langkan pengambilan dan
pengujian keputusan untuk memutuskan dan memecahkan suatu masalah agar
keputusan tersebut berpihak kepada murid demi terwujudnya merdeka belajar.
Comments
Post a Comment