Jurnal Refleksi - Minggu 10


Kurnianto

 

Minggu ke-10 PGP ini, merefleksi pembelajaran dan aktivitas pembelajaran yang telah dilakukan di Learning Management System (LMS). Di minggu ini ada beberapa aktivitas pembelajaran yaitu 2.1.a.5.2. Ruang Kolaborasi 2 Google Meet; 2.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Modul 2.1; 2.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Modul 2.1; dan 2.1.a.8. Elaborasi Pemahaman - Modul 2.1. 

Jurnal Refleksi - Minggu 10 ini, saya menggunakan model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future).

1. Facts (Peristiwa)

Pada aktivitas pertama bersama Fasilitator  Bapak Muhammad Mukhlish yaitu mempresentasikan hasil kolaborasi pertemuan sebelumnya tentang membuat RPP berdiferensiasi. Kali ini kelompok saya kebagian presentasi pertama kali. Adapun anggota kelompok adalah terdiri dari Ibu Bety, Bapak Suprapto, Bapak Putut dan Saya Kurnianto. Kami mempresentasikan RPP berdiferensiasi mata pelajaran Multimedia. Di sesi ini ada beberapa dari kelompok lain terkait RPP yang dibuat yaitu di dalam tujuan pembelajaran rata-rata belum memenuhi kriteria 4 point ABCD, sehingga perlu perbaikan.

Di hari kedua, saya melakukan Refleksi terbimbing. Kami diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan pemantik yang makin memperkuat kami meningkatkan pemahaman terkait pembelajaran berdiferensiasi. Di aktivitas ini tidak ada hambatan yang dirasakan karena di sesi ini bagaimana CGP menggali lebih dalam konsep pembelajaran berdiferensiasi. 

Saya lebih memahami bahwa Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan proses siklus mencari tahu tentang siswa dan merespons belajarnya berdasarkan perbedaan. Ketika guru terus belajar tentang keberagaman siswanya, maka pembelajaran yang profesional, efesien, dan efektif akan terwujud.

Aktivitas ketiga yaitu demonstrasi kontekstual. Di aktivitas ini kami diminta membuat Rencana pembelajaran berdiferensiasi dan mengevaluasi efektivitas RPP yang dibuat oleh sesama rekan CGP. (peer assessment). Saya membuat RPP berdiferensiasi dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik ditinjau dari Profil Belajarnya.  

Aktivitas penutup di minggu ke-10 yaitu Elaborasi Pemahaman, mengelaborasi pemahamannya tentang pembelajaran berdiferensiasi lewat proses tanya jawab dan diskusi. Ruang untuk menyampaikan keraguan dan persepsi tentang potensi hambatan dalam implementasi. Ruang Kolobarasi pemahaman Bersama instruktur Ibu Purnama Sari Pelupessy, Senin, 21 Februari 2022 Sesi :  2 (15.30 - 17.00 WIB) dengan peserta seluruh CGP Angkatan 4 PPPPTK Matematika – PRIYANDONO - MUHAMMAD MUKHLISH- GATOT SUBROTO- AGUS NURJITO- RATNA ANGGRAINI. Dalam aktivitas ini tidak ada hambatan yang begitu krusial karena sebelumnya kita telah melalui proses untuk memahami materi.

 

2. Feelings (Perasaan)

Rasa antuias dan semangat mengikuti aktivitas pembelajaran di minggu ke-10. Saya jadi mampu menyusun RPP berdiferensiasi. Paham bagaimana menyusun pembelajaran yang menyelaraskan dengan karakteristik peserta didik sekolah saya. Mulai tergambar treatment seperti apa yang dapat diambil oleh saya sebagai bentuk tindakan yang mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik.

3. Findings (Pembelajaran)

Informasi, pengetahuan dan pengalaman baru akan diterima oleh saya sebagai calon guru penggerak pemimpin pembelajaran. Salah satu aplikasi nyata bagaimana seorang guru harus menghamba pada anak adalah mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pelaksanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pembelajaran yang mengakomodir seluruh kebutuhan peserta didik dari minat, kesiapan belajar dan profil belajar peserta didik.

Butuh waktu dan proses yang tidak sebentar adalah menciptakan Lingkungan belajar yang mendukung. Setiap orang dalam kelas tersebut saling menghargai, murid merasa aman secara fisik dan psikis, lingkungan yang menjadi harapan bagi pertumbuhan, guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, 

Ada keadilan dalam bentuk yang nyata, lingkungan yang Guru dan siswa berkolaborasi dalam membangun pertumbuhan dan kesuksesan bersama, dan membangun atsmosfir lingkungan kelas yang positif Jika lingkungan belajar tersebut secara otomatis akan tercipta pembelajaran berdiferensiasi. Lingkungan tersebut tercipta jika ada peran serta seluruh pemangku kepentingan di sekolah berjalan bersinergis bergerak dan saling menggerakan lingkungan yang memberikan hak-hak setiap peserta didik yang menumbuhkembangkan minat peserta didik secara holistic.

4. Future (Penerapan)

Mencoba memberikan pemahaman yang efektif kepada guru-guru yang dari strategi, pendekatan dan perlakuan kepada peserta didik masih bersipat tradisonal dan mengakar kepada mereka. Yang menganggap Hanya ada satu definisi keunggulan yaitu intelektual. Guru sangat jarang memperhatikan minat dan profil belajar peserta didik. 

 

 

 

 

Comments